Manusia Najis

Siapakah manusia najis itu? Mereka yang masuk golongan nomor 1 adalah mereka yang dengan langsung membantu penjajah, penindas, penghisap atau pembunuh rakyat Indonesia. Golongan ke-2 ialah mereka yang dengan tak langsung membantu musuh Indonesia. Golongan ke-3 ialah mereka yang tesebut kedua golongan diatas, tetapi mengecap kesenangan bersama-sama dengan musuh rakyat, merugikan rakya. Ada satu lagi golongan yang namanya tertulis pada suatu kubu tertutup dibelakang kubu najis. Golongan ke-4 itu ialah mereka yang bermata tapi tak melihat, bertelinga tapi tak mendengar, berotak tapi tak berpkir, berperasaan tetapi tak menyayangi, dan bermulut tapi mungkin…….. Manusia yang tak berguna bagi masyarakat.

Manusia-manusia najis inilah yang menciptakan kerusakan dibumi, namun tak pernah sadar, tak pernah tahu. Barangkali mereka inilah orang-orang yang terlihat terhormat, terpandang, bergelar akademis tinggi, bahkan mungkin pandai berceramah, namun gaya borjuis mereka dan keluarga mereka mendorong anggaran Negara habis untuk mensubsidi biaya bensin untuk mobil-mobil mereka, mendorong anak-anak mereka yang karena sekolah sambil hura-hura dan saat lulus tak punya kemampuan lalu menyogok agar bisa menjadi pegawai negeri, mendorong mereka untuk menerima suap, pungutan liar,melakukankorupsi, manipulasi dan berbagai aktifitas haram lainnya diluar kepantasan gaji mereka untuk bisa mempertahankan gaya hidup mereka, mendorong mereka untuk menyebut nama rakyat dan nilai-nilai luhur lainnya demi popularitas dan kuncuran dana dari lembaga asing serta untuk selalu mendapatkan kesempatan untuk dicap sebagai wakil dari masyarakat, dan sekalian penipuandan kejahatan sosio-historis lainnya. Merka inilah yang menghancurkan kekuatan-kekuatan produktif dan kreatifitas rakyat dengan jalan mendorong Negara untuk membelanjakan semakin banyak dan semakin banyak uang rakyat ke berbagai aktifitas dan institusi-institusi yang tidak semakin membuat rakyat bisa menciptakan sekaligus menikmati keberlimpahan barang dan jasa. Bukannya sibuk membelanjakan uang rakyat untuk membangun dan meningkatkan kekuatan-kekuatan produktivitas dan kreativitas rakyat, uang rakyat dihabiskan untuk membiayai rapat-rapat dan pembuatan undang-undang, untuk membiayai berbagai lembaga baru, untuk dikantongi sendiri atau dibagi -bagi ke koneksi, dan segenap hal yang tidak ada hubungannya dengan peningkatan dengan penciptaan keberlimpahan barang dan jasa hasil kerja.

Inilah manusia-manusia najis itu, manusia-manusia borjuis yang tak pernah menghargai hakekat bekerja sebagai gerak penyempurnaan diri manusia, namun sebagai sarana untuk menimbun kemewahan dirisendiri.

(Agama itu bukan candu, tesis-tesis feuerbach, marx dan tan malaka : Eko P Darmawan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s