Meluruskan Persepsi Berpikir

Dari manakah kekuatan positif dan negatif seorang berasal? Tidak lain dan tidak bukan, kekuatan itu berasal dari pikiran. Pikiranlah yang membuat perintah keseluruh organ tubuh unuk melakukan sesuatu. Pikiranlah yang mempengaruhi perasaan dan kekuatan manusia untuk takut dan berani dalam mengambil keputusan. Kunci utama dari kesuksesan manusia adalah cara dia mengelola pikirannya.

Kadang kala kita salah mempersepsikan tujuan dari pemikiran kita dan kadang pula pikiran yang kita bangun berdasarkan hayalan, mimpi dan keinginan kita selama ini menjadi sesuatu yang terus menjadi ganjalan dihati, dalam artian apa yang kita pikirkan terlampau jauh dan bisa dikatakan itu merupakan hal yang mustahil jika melihat  keadaan kita saat ini.  Selain itu kita hanya terbuai oleh asas pemikiran yang selama ini terbangun dalam diri kita, tanpa ada tindakan atau proses realisasi. Ini bertentangan dengan proses berpikir yang selama ini dilakukan, kita terus merenung, berimajinasi tentang hal-hal yang sifatnya semu dalam proses perwujudannya. Salah satu penyebab kesalahan dalam berpikir yakni adanya pola yang berbanding terbalik antara proses berpikir dan proses bereaksi. Apa yang dalam pikiran hanyalah sesuatu yang hanya akan terus dipikirkan begutu saja seterusnya tanpa ada aksi dari proses berpikir tersebut. Ini bisa dikategorikan dalam kesesatan berpikir, dimana kita terlalu bersemangat dengan rencana-rencana yang kita bangun dengan pemikiran kita, sementara hal tersebut membuat kita malas untuk segera berbuat.

Oleh karena itu kita perlu meluruskan persepsi tentang proses berpikir yang selama ini kita bangun, baik itu dalam bentuk cita-cita, mimpi, imajinasi, dan angan-angan yang kesemuanya itu melibatkan proses kreatif berpikir. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam merancang proses berpikir yang kreatif dan aktif ketika selama ini kita tela memikirkan banyak hal, baik itu tentang apa yang akan kita lakukan saat ini maupun yang akan datang atau tentang apapun itu dalam kerangka pemikiran yang positif. Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu kita perlu menyusun hasil-hasil dari proses berpikir tersebut, terserah kita mau menyusunnya dalam bentuk tertulis atau hanya dipikirkan saja, tetapi lebih baik jika ditulis sehingga memudahkan kita untuk mengingatnya kembali ketika sewaktu-waktu itu diperlukan. Intinya kita melakukan proses sistematisasi terhadap semua hasil dari berpikir tersebut . Hal kedua yaitu kita mulai mengurutkan tentang hal-hal apa saja yang menurut perasaan kita hal tersebut atau  pemikiran tersebut bersifat abstrak atau rasional, agar hal-hal yang kita pikirkan tersebut tidak hanya menjadi sesuatu yang hanya untuk dipikirkan begitu saja selamanya. Harus ada perubahan yang terjadi melalui proses berpikir tersebut, dan itu merupakan salah satu keuntungan dari berpikir. Jika selama ini kita hanya terus berpikir tanpa ada sesuatu yang terjadi dari proses berpikir tersebut , maka saat ini melalui proses berpikir tersebut diharapkan dapat merubah persepsi yang selama ini tertanam dalam proses berpikir tersebut dengan perubahan yang mulai terjadi melalui proses kreatif tersebut. Ketika kita telah menyusun atau mensistematisasi tentang pemikiran yang sifatnya rasional dan abstrak untuk dilakukan, tentunya kita telah mengetahui hal-hal apa saja yang telah terurut pada bagian pemikiran yang bersifat rasional dan bagian pemikiran yang bersifat abstrak. Setelah terurut tentang hal-hal pada kedua bagian dari proses berpikir kita tersebut, tentu perlu ada penekanan tentang hal-hal yang sifatnya penting dan tidak penting. Dalam hal ini pada kedua bagian dari pemikiran kita tersebut terdapat hal-hal yang sifatnya penting dan tidak penting. Dari kedua bagian tersebut, bagian pemikiran yang sifatnya abstrak tentu merupakan sesuatu yang sifatnya mimpi atau hayalan atau dapat dikatakan sebagai sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau dapat kita lakukan. Olehnya itu penekanan tentang hal yang perlu dilakukan berada pada bagian pemikiran yang sifatnya rasional, Karena dipastikan sangat mungkin untuk bisa dilakukan. Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah dengan memilah satu persatu dari hasil pemikiran yang sekiranya paling mudah untuk  dilakukan dalam artian hal tersebut bisa kita lakukan saat ini , dan seterusnya tersistematisasi hingga pada hal-hal yang sifatnya jangka panjang dalam proses pelaksanaanya.

Tentunya hasil-hasil dari proses berpikir kita tersebut adalah hasil pemikiran yang sifatnya positif jika dilakukan, sehingga hal dapat meluruskankearah berpikir yang sehat dan dapat tersalurkan dengan bijaksana, dimana selama ini kita hanya terkondisikan pada proses berpikir yang stagnan dan cenderung jalan ditempat.

Banyak instrument yang mempengaruhi kita dalam berpikir, baik itu dengan melihat fenomena yang terjadi di lingkungan kita ataupun kondisi persaan yang kita alami cenderung mempengaruhi cara berpikir kita. Berpikir yang sehat dan bijaksana adalah merupakan keharusan pada diri kita dalam melakukan proses berpikir. Berpikir merupakan proses kreatif yang diciptakan otak dengan melibatkan segala macam unsur yang ada di alam.  Olehnya itu berpikir adalah merupakan suatu proses kewajaran yang dialami oleh manusia.

Pengendalian pusat pemikiran sepenuhnya berada pada manusia itu sendiri, sedangkan faktor eksternal hanyalah faktor pendukung terbentuknya proses berpikir. Orang akan cenderung lebih banyak berpikir ketika mengalami suatu masalah atau ketika sedang sendiri, dan pikiran yang terbentuk akan mempengaruhi instrument rasa dalam hal ini pikiran mempengaruhi emosi dan perilaku seseorang. Orang akan berubah menjadi lebih baik atau buruk, tergantung dari cara berpikir seseorang. Sangat tepat jika kita sering mendengar ungkapan yang mengatakan berpikir positif adalah kunci dari sikap yang positif atau berpikir positif adalah sesuatu yang sangat baik untuk dilakukan.

Berpikir positif akan membawa dampak yang sangat baik bagi orang yang menerapkannya, karena semua hal dapat dipandang dari sisi positifnya. Adapun hal negatifnya adalah merupakan bahan renungan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Oleh karena itu sangat banyak manfaat yang sesungguhnya bisa kita perole melalui proses berpikir. Bahkan dalam Al Quran sangat menganjurkan untuk kita selalu berpikir. Karena dengan berpikir menjadikan kita lebih peka terhadap hal-hal dan peristiwa yang terjadi disekitar kita. Bahkan dapat membawa dampak perubahan tentang pola berpikir kita kearah yang lebih konstruktif dan dewasa. Kematangan seseorang dalam berperilaku sangat bergantung pada kematangan berpikir. Kalau bisa dikatakan ini disebut dengan “The power of thinking”. Kekuatan berpikir. Akhirnya kesemuanya itu dikembalikan pada masing-masing individu yang menjalaninya. Teori hanya sebagai pelengkap, karena semuanya tak akan pernah berguna tanpa ada kemauan dan tekad untuk berubah serta aplikasi inplisit dari masing-masing pribadi.

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s