Month: October 2011

Dan Aku Butuh Inspirasi

Aku butuh inspirasi seperti bukit-bukit dan guntur yang menderu
Aku butuh inspirasi seperti kesalahan fatal umat manusia
Aku butuh inspirasi dari jenis yang paling murni
Dimana baik gelap dan cahaya didefinisikan

Aku perlu inspirasi untuk menyulut api imajinasi
Aku butuh inspirasi yang dapat membangkitkan seluruh bangsa
Aku butuh inspirasi seperti perapian
Jenis inspirasi yang saya tidak akan pernah padam

Berharap kasih menjadi sumber inspirasi
Dan cinta, adalah cahaya bagi imajinasiku
Dengan orang-orang tatapan mata yang begitu tenang
Menggoda dengan kata-kata yang bak mengatur adegan
Bagai manisan di bibir dan terasa lembut
Bahwa dia jiwa dengan kedalaman tak berujung-nya

Konspirasi

Mereka berkonspirasi tentang sesatu yang mereka tidak ketahui tentangku.

Dan sekali lagi asapku mengepul

Pikiranku tak pernah berhenti mencari

Dan ia memunguti pecahan inspirasi itu

Dikumpulkannya menjadi satu

Mereka berserakan dilantai kehidupan

Kasihan dia

Dia telah sakit

Dia sakit karena konspirasi

Dan mereka akan terus berkonspirasi

Sesuatu yang mengerikan

Mengancam kehidupan mereka kelak

Tapi mereka terus berkonspirasi

Entah sampai kapan mereka akan terus seperti itu.

Kabaena…

Dan Cinta Adalah Inspirasi

Cinta adalah inspirasi bagi hati saya untuk menyanyikan sebuah lagu,

cinta adalah inspirasi bagi telinga saya untuk mendengar,
cinta adalah inspirasi bagi jiwa saya untuk merasakan kehangatan,
cinta adalah inspirasi bagi mulut untuk dapat tersenyum,
cinta adalah inspirasi bagi mata saya untuk berkilau.

Cinta adalah inspirasi untuk menarik jiwaku
cinta adalah inspirasi bagi mulut saya untuk mengucapkan kata-kata manis,
cinta adalah inspirasi bagi mata saya untuk menatap pada dirinya,
cinta adalah inspirasi bagi hati saya untuk berbicara.

Cinta adalah inspirasi untuk kebutuhan,

cinta adalah inspirasi bagi mulutku menyebut namanya,

cinta adalah inspirasi bagi saya untuk menutup mata,
cinta adalah inspirasi bagi hati saya untuk suatu kebahagiaan
cinta adalah inspirasi bagi air mataku untuk membakar.

Cinta adalah inspirasi bagi kerinduannya,
cinta adalah inspirasi bagi mata saya untuk melihat keindahannya,
cinta adalah inspirasi bagi hati saya untuk menangis,
cinta adalah inspirasi bagi telinga saya untuk mendengarnya berbisik,
cinta adalah inspirasi bagi jiwa saya untuk menjadi miliknya selamanya.

Cinta adalah inspirasi untuk selamanya,
cinta adalah inspirasi bagi hati saya untuk menjadi utuh,
cinta adalah inspirasi bagi telinga saya selalu mendengar kata-katanya,
cinta adalah inspirasi bagi jiwa saya untuk memilikinya,
cinta adalah inpirasi untuk mulut saya berbicara kebenarannya.

Cinta adalah inspirasi bagi jiwa saya untuk mencari kehidupan
cinta adalah inspirasi bagi telinga saya untuk mendengar firmannya,
cinta adalah inspirasi bagi jiwa saya untuk meraih nya,
cinta adalah inspirasi untuk mulut saya untuk berbicara kebenaran nya,
cinta adalah inspirasi bagi mata saya untuk selalu memandang keagungannya,

Karena Allah adalah inspirasi bagi Cinta saya.


Cinta dalam Segulung Sinonggi


"Woy..! Standaaar..!! standaaar..!" suara bariton seorang pengendara motor memecah di tengah riuh kendaraan pagi, sebelum akhirnya si pengendara menyalip laju sepeda motor La Ege.
La Ege panik, menunduk ke samping memeriksa standar motor Smash kreditannya. Tanpa menyadari dari arah berlawanan mobil tangki melaju kencang. Motor La Ege pun oleng, bergerak zig-zag menghindar, nyaris menabrak pembatas jalan. Perempuan bertubuh subur di boncengannya menjerit histeris.
La Ege menghela nafas setelah berhasil menguasai situasi. Motornya berhenti di trotoar. Sumpah serapah serta merta meluncur deras dari bibir bergincu tebal perempuan di boncengannya.
"bergayamu bawa motor deh..!" pekik si perempuan, sembari menampar-nampar punggung La Ege kesaL.
"Valentino Rossi ko kah..?" berondongnya sinis. Merah padam wajahnya penuh murka. Segaris urat menyembul vertikal di jidatnya.
"Maaf, tanta..! sa tidak sengaja kasian..!"
"Ndada maaf bagimu..! hampir saja ko bikin saya kayak istrinya Saipul Jamil!" sungutnya lagi setengah berteriak. Orang-orang mulai berdatangan. Ada yang ingin melerai, ada yang ingin mengetahui kronologis peristiwa, ada pula yang sekedar berkumpul meramaikan suasana sebagaimana tipikal orang Indonesia pada umumnya.
"Tidak sengaja kunae Tantaaaa..." La Ege terus menghiba.
"Ah, Sudahmi..! Nda jadi sa pergi di lorong Jati deh. Turun di pasar baru sini saja..!" Si perempuan bergegas turun dari boncengan. Bumi bergoncang nol koma sepersekian skala richter."Apakah maksudnya tadi itu orang berteriak standar-standar..? sa tidak menger..!" tanyanya mengernyit, masih dengan nada ketus. Seraya merogoh dompetnya.
"Oh, anu Tanta.. saya lupa kasih naik standar motorku. Hehe..". jawab La Ege keki.
"Ooo.. sa kira dia bilangi mukamu standar..!" sahut si perempuan sambil berlalu, setelah sebelumnya melemparkan dua lembar uang seribu rupiah lusuh ke atas jok motor.
"Bappanyaeee..! bayar dua ribu ji lagi, sombongnya minta ampun..!" maki La Ege lirih, tapi hanya dalam hati. Tentu lain soal jika makian itu dilafalkan dengan bersuara.

***

(more…)

Kupinang Kau Dengan Pokea

Lukman terduduk lemas di pos satpam. Guru fisika yang sudah delapan tahun jadi honorer ini meradang. Lima belas menit yang lalu ia dipanggil menghadap di ruangan kepala sekolah, terkait laporan dari beberapa oknum guru akan aktifitasnya.

“Kenapa, Man..? masih pagi-pagi tapi mukamu sudah kusut sekali bela. Tadi malam tidak dapat jatah kah..? Hahaha..” Jon, satpam sekolah, mencoba menghibur, tapi tampaknya gagal. Lukman menghela nafas.

“Ndataumi itu la botak. Kenapa dia sentimen sekali sama saya..” jawabnya lirih.
“Merokok-merokok dulu pale, pemain band..!” tawar Jon, sembari menyodorkan sebungkus jisamsu. “Makasih ces, lamami sa berhenti” tepisnya.

(more…)