The Power Of Giving

Bismillah

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang…

Saya mau cerita sedikit tentang tentang kejadian kecil hari ini, berkaitan dengan “the power of giving”.

Sudah banyak kisah, sudah banyak cerita tentang kedahsyatan dari memberi. Memberi dalam hal ini adalah bagaimana kita bisa mengelola hati agar iklas dalam kebaikan alias bersedekah.

Alhamdulillah hari ini (sabtu, 17 maret 2012) Allah sangat baik padaku walaupun saya masih saja sholatnya bolong-bolong. Tapi hari ini saya merasakan kesyukuran disaat yang tepat. Saat ini saya bekerja pada sebuah lembaga kursus bahasa Inggris yang cukup terkenal di daerah saya (Kendari), saya bekerja kurang lebih 4 bulan dan saat ini memasuki bulan ke 5. Awalnya saya merasa semua masih serba baru, baik itu kondisi kerja yang masih menyesuaikan, dan teman-teman kerja yang mulai terasa menyenangkan.

Sebelumnya saya bekerja pada sebuah Hotel yang merangkap resort, namun belum genap dua minggu saya mulai bekerja di tempat tersebut kemudian ada tawaran untuk bekerja pada tempat dimana saya bekerja saat ini. Kalau mau dipikir, sallary yang ada di tempat saya bekerja sebelumnya sebenarnya jauh lebih besar di banding tempat saya bekerja saat ini. namun atas pertimbangan saya sendiri, yang banyak di tentang oleh teman-teman dan keluarga saya, karena gaji di tempat saya bekerja saat ini tidaklah besar untuk ukuran perusahaan swasta.

Mengapa saya memutuskan untuk bekerja ditempat saya saat ini, karena beberapa pertimbangan. Yang pertama tempat bekerja saya yang pertama jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal saya, butuh 30 menit untuk sampai, dan berada di luar kota. Yang kedua adalah sejak hari pertama masuk saya sudah tidak merasakan kecocokan antara sesama rekan kerja, dalam hal ini saya yang masih sangat kosong pengalaman dalam bidang perhotelan yang tidak benar-benar mendapatkan pengajaran yang baik karena saya melihat adanya persaingan antara sesama rekan kerja dalam perusahaan, baik itu antara sesama karyawan maupun antara pimpinan tidak saling mendukung (atau mungkin memang saya yang tidak bisa meninggalkan kondisi comfort zone). Saya benar-benar merasakan iklim kerja yang tidak nyaman, dan semuanya benar-benar saya harus cari tau sendiri tanpa ada bimbingan. Saya akhirnya memutuskan untuk kerja di tempat saya saat ini karena sebelumnya saya sudah sempat mengenali kondisi di tempat ini. Saya memang pernah sempat kursus 3 bulan, dan saya menikmatinya. Selain itu saya berpikir kalau saya bekerja di tempat ini, walaupun gajinya kecil, setidaknya saya bisa melatih dan memperlancar Bahasa Inggris saya, walaupun sampai saat ini masih gak karuan sih Bahasa Inggris saya..😀 .

Setelah bekerja selama kurang lebih 3 bulan, saya mulai merasakan kejanggalan. Atau mungkin memang di semua tempat kerja kondisinya sama seperti tempat saya bekerja saat ini. Mengapa saya mengatakan seperti itu, karena kalau saya mau membandingkan dengan sebuah iklan di televisi yang pake topeng itu. Yah kondisi di kantor saya ini kira-kira seperti itu. Saya mengamati bahwa antara karyawan suka saling menggunjing di belakang karyawan yang lainnya, dan kadang ketika saya tidak menyadarinya saya juga bisa ikut di dalamnya. Namun ketika itu terjadi dihadapan saya, saya langsung saja pergi dari tempat itu. Selain itu, yang seharusnya lepas bulan ke tiga, menurut kontrak seharusnya saya sudah lepas dari masa probition alias training dan sudah menerima gaji normal, namun ketika pas penerimaan gaji saya sudah berharap bisa menikmati gaji dengan cukup, ternyata masih sama dengan gaji ketika dalam masa training. Saya sungguh merasa kecewa dengan hal itu, namun kemudian saya bisa menerimanya berharap ada sesuatu yang lebih baik di balik itu semua.

Nah pagi tadi kebetulan ada orang tua yang datang di kantor muntuk meminta sumbangan. Ngakunya sih orang tua itu asalnya dari Medan, langsung aja teman-teman kantor gak percaya dan gak mau ngasih sumbangan. Entah ada malaikat apa yang ada di pikiran saya, melihat orang tua itu langsung saja saya merogoh kantung celana saya yang kalo di keluarkan semuanya isinya totalnya ada 30.000 rupiah, yang terpecah dalam bentuk seribuan dan lima ribuan. Ketika merogoh kantong celana saya menarik duit 5 ribuan, langsung saja saya berikan pada orang tua itu dengan tidak bermaksud sok baik di hadapan teman-teman.

Setelah kejadian itu saya kembali bekerja seperti biasa sampai pada pukul 17.00. Kebetulan saya masih nangkring di kantor, karena biasanya kalo malam minggu saya sukanya tinggal di kantor aja untuk online. Kebetulan hari ini teman-teman saya yang teacher dapat bonus dari hasil bulan kemarin. Saya sih tidak berharap apa-apa, karena sejak masuk kerja, gaji saja kadang tidak cukup, apalagi mau berharap dapat bonus. Nah saat bos saya datang dari keluar makan, dia bilang sama saya, ” Ardian mau traktir saya dimana??” saya hanya tersenyum seperti biasa mengira itu hanyalah becandaan bos saya saja, namun setelah dia melanjutkan pertanyaannya, ” kamu ada bonus dari bulan kemarin”. Sontak saja saya senang bukan main dan bersyukur, mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian pagi tadi. Mungkin bonus itu tidaklah terlalu besar, namun bagi saya itu adalah nikmat yang sangat luar biasa. Seperti dalam Surat Ar-Rahman, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Subhanallah kalau kita percaya dengan janji Allah tidak ada yang tidak mungkin.

2 comments

  1. benar sob… jika kita ikhlas psti akan ada balasan…

    sekedar info bahwa saya pindah rumah mohon link mycoretanz di ganti dengan otto-x.blogspot.com. terima kasih🙂
    link masbro sudah saya pasang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s