Ijinkan Aku Mati Untuk Sejenak

Apa kabar engkau wahai malam, lama tak lagi kurasa lirih gemerlapmu(*090)&)9709)&&^$ Karena aku telah koma semenjak ketika saat itu<>:”:. Shit… apa itu? entahlah, kurasa aku sedang lupa. Bahkan namamu yang telanjang didepan kedua bola mataku terasa tawar semenjak ketika saat itu._)(_)*)(*^*%&&^%^&%$#$%#@%$@$#@$#!@$##%#^$*&%(*^(*&)&()(*><?>?>?>><><><()*_)&&)(&_)(&_*_)*_)*_)*_)*)*^&%&%$#^#%%$&^$(*$_$)#&^@%&)_#^%@%*&()_&_^%@&^#)_(&>>>>>>>>>>>>>>…….

Haruskah aku mati? kalaupun tidak ijinka aku mati untuk sejenak, Karena sedari tadi aku masih koma kaku sekarat. Jangan dulu kau katakan apa yang mau kau sampaikan walau itu hanya sebaris. Jangan pula kau tawar menawar denganku tentang kisahmu yang kusut, aku hanya mau berdamai dengan diriku malam ini. >?<?><?><?/.,/.,/.,/.,?></.,?></,./><?>,()*&><?^#%$76?><-)@%()!@&)(#!()@$@$)+_)(!+()758!98619=+_(74&^$#&……………………………..

Kau masih amis dengan perangaimu, bertutur kau dalam mimpiku namun aku masih koma semenjak saat itu.

8 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s