Cerita Pinggir Jalan (Anak Parkir)

Malam baru akan muncul, ketika matahari telah pulang bersama teriknya. Ada sedikit kisah terselip dibalik kain penyangga warung yang berdiri tegak dipinggir jalan. Satu cerita yang tedengar melalui percakapan akan kerasnya kehidupan ini. Mereka hanya mencari rejeki seperti para orang kaya yang mencari uang demi sesuap nasi untuk hari esok. Mereka masih sangat kecil untuk bertarung melawan hidup karena kehidupan tidak lagi selembut dahulu ketika keserakahan mulai mewabah.

Sambil menikmati sajian makanan yang ada didalam tenda warung, sedikit kutangkap percakapan beberapa anak kecil yang bergerombol tepat berada dibelakangku. Bisa kulihat kaki-kaki kecil yang tak beralaskan sandal berdiri beramai-ramai menunggui kendaraan setiap pengunjung warung itu. Kagum aku kepada mereka, iri aku dengan mereka, masih sekecil itu sudah mampu menopang ekonomi keluarga, beda halnya dengan diriku yang walaupun sudah bekerja masih saja sering menunggu kiriman orang tua.

Tidak ada izin resmi dari pemerintah tentang lahan parkir yang mereka gunakan. Tapi ini adalah tentang bagaimana menangkap kesempatan, dan ini adalah tentang bagaimana kreatifitas dalam menghasilkan uang. Setiap keaadan adalah kesempatan, tergantung seperti apa kita menggunakannya, ini lebih baik dibanding meminta-minta dijalan, ada proses yang dilakukan untuk mendapatkan bayaran. Menjaga keamanan kendaraan setiap pengunjung adalah harga yang harus diterima atas proses yang telah dijalani.

Terpujilah para anak-anak itu atas usaha melawan hidup.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s