Puisi Sederhana

Inilah kisah
tentang seorang pemilik cinta yang indah
tapi hatinya tertusuk panah
ketika dedaunan mendesah
di antara ulat-ulat resah
dan ranting-ranting basah
lalu air matanya patah
jatuh terkulai di keringnya tanah

Inilah cerita setangkai
tentang benang rasa yang kusut masai
tak kunjung terurai
laksana memainkan biola tak berdawai
ketika hening di tengah ramai
hingga pipi beranak sungai
karena rindu yang tak terangkai
juga kasih tak kunjung sampai

(ER)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s