H A T I

Kepadamu ku mengikrar janji. Saat kutulis sumpah didalam pangkuannya, kepadamu sang pengikat hati. Tak terhitung berapa kali sudah janji ku ingkar tapi kau adalah cinta yang abadi.

Untukmu yang meluluhkan hati. Untukmu yang membangunkan hati dimalam hari
Untukmu yang membalutkan jantung berteguh janji diantara desir darah didalam denyut nadi.

Bayangmu adalah cinta yang tersepuh diantara tiupan angin yang basah. Seakan realita untuk cinta yang tak sederhana, untuk cinta yang terpana dam juga untuk cinta yang merana.
Cintamu hadir tatkala hati sedang melupa, dan cintamu pula yang mengajarkan tentang arti terlupakan

Bertanya pada hati, masihkah engkau berteguh janji, masihkah engkau khusyuk pada malam malamnya sembari mengharap tulus kasihnya, masihkah engkau menyimpan ayat ayat cinta yang hakiki yang melantunkan irama keindahan.

Sejenak ku terdiam
Lalu kutarik nafas yang terdalam sampai pada batas rongga dada yang terasa menyesakkan dan ketika terhembus hembusannya hilang bersama lupa. Lupa akan cintamu yang abadi.

Pray

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s