Trip ke Pulau Lombok

Kalo biasanya pada minus tiga atau plus tiga lebaran idul fitri diisi dengan tradisi mudik alias pulang kampung yang mungkin hanya ada di Indonesia, maka pada tahun ini, tahun dimana pertama kalinya saya menginjakkan kaki di pulau jawa dan tahun pertama saya kembali menjadi perantau, maka pada tahun pertama ini pula saya tidak mudik lebaran.

Saat ini saya tinggal di Yogyakarta sebagai perantau yang mencari peruntungan kembali sebagai calon mahasiswa. Belum genap sebulan tinggal di Jogja eh malah di ajakin ke tempat yang tidak pernah terpikirkan untuk kesana sebelumnya, yang seharusnya saya juga mestinya mudik ke kampung halaman menikmati dan lebaran bersama keluarga.

Nah berhubung saya sekarang masih dalam proses menikmati free time, bukan liburan yah, karena kalo bilangnya liburankan cocoknya buat orang yang lepas sejenak dari rutinitas sekolah, kuliah, ataupun dari pekerjaan. Jadi di bilang free time aja karena saya tidak masuk dalam tiga kategori tadi.

Kayak masih belum yakin sudah hampir seminggu sedang menikmati keindahan pulau Lombok dengan segala keberagamannya yang wah banget untuk disebutkan satu persatu.
Walaupun sebenarnya saya juga dilahirkan dari sebuah pulau kecil diantara gugusan beberapa pulau-pulau kecil yang ada di daerah Propinsi Sulawesi Tenggara yang jaraknya lumayan jauh dari tempat saya sedang berada saat ini.

Sebenarnya tidak ada rencana sebelumnya untuk datang ke pulau Lombok, ini sepenuhnya murni spontanitas act ide iseng yang ternyata asik. Kemarin ceritanya pas sehari setelah lebaran ada teman dari Semarang yang juga gagal mudik ke Sulawesi datang ke tempat saya di Jogja. Yah setidaknya ada teman senasip menjalani lebaran di kampung orang. Nah pas teman saya baru semalam nginap di tempat saya dia ngajakin saya jalan-jalan ke pulau Lombok, saya sih iya-iyain aja karena pikir saya dia paling cuman buang-buang kata aja, eh nggak taunya dia udah serius aja nyuruh saya ngepack seadanya agar malamnya bisa langsung jalan. Saya sempat ragu juga sih antara ikut dan tidak karena tanpa persiapan, yang pada akhirnya saya ikut juga, itupun karena teman saya itu udah beli dua tiket kereta sampai ke Banyuwangi.

Namun karena dia saya akhirnya merasakan yang namanya naik bus tengah malem dari Jogja ke Surabaya dan grasak-grusuk cari stasiun kereta ngejar waktu di Surabaya menuju Banyuwangi dan nyebrang ke Pulau Bali yang dilanjutkan nyebrang lagi di tempat saya sedang menikmati indahnya pantai Gilatrawangan, dinginnya bukit pergasingan di kaki gunung rinjani dan muterin pulau lombok dari barat ke timur, utara dan selatannya.

Dan saya hanya bisa berkata
“Subhanalloh indahnya alam Indonesia”

image

Bukit pergasingan kaki gunung rinjani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s