Author: ardhyanz

Simple 'but' past tense (paten)

Banyak

“Gambar Ilustrasi kupu-kupu pake lipstik ping yang centangnya cuma satu (anggap saja ada)

Mulai dari mana ya? Mohon maaf sebelumnya, bagi orang-orang yang khilaf singgah atau hatinya tergerak dalam keterpaksaan ketidaksengajaan ketergelinciran dan apalah itu namanya sampai mata anda terseret membaca tulisan ini, diharapkan kebijaksanaanya untuk tidak ada sekelebat cuilpun niat dilubuk ginjalnya untuk mengoreksi serta secara gelap-gelapan menghakimi tata bahasa serta ejaan yang sangat sempurna dalam kebeningan serta kesucian tulisan ini. For your information gw ini S2 ya gaes kuliahnya di UGM lagi, walaupun sebenernya waktuku rasanya terbuang sia-sia sampe jadi tua gini gara-gara kuliah dan otaknya juga tak berbeza dari sebelumnya (sebut saja tak berdedicorbuzier) “berdedikasi pak” oh iya itu maksud saya.

Sampai dimana tadi…..

Oh iya intinya tak ada inti. Jadi gini aku mo cerita perihal ini aja, tiga hari yang lalu adik aku belanja kebutuhan perut dipasar, dan jeng jeng jeeeeeng. Aku tebak sendiri, ternyata dia membeli salah satu calon makanan di surga, coba tebak apa. Aku tebak sendiri lagi, yak benar se-kedua karna sekali udah terlalu over loaded mainstream, dia adalah se-beberapa biji Petay yang terangkain dalam tangkai dan tertutup selaput kulit ijo. Entah sejak kapan aku jadi pengagum sayur petay, aku bahkan sampe bela-belain nggak masak sendiri (karna malas laknatullah) demi ingin segera menggenapkan dahaga menyantap petaynya.

Tapi entah mengapa aku merasa ada yang aneh bahkan sampai saat aku nulis ini efek keanehannya masih cukup sangat terasa. Kok perutku mules dari kemaren. Terus terang aku nggak begitu familiar dengan yang namanya peristiwa Eek every day, apalagi sehari bisa sampe tiga kali yang udah kayak minum obat yang sampe bikin tobat dholalah. Tapi insya allah tidak sampai menimbulkan efek jera.

Setelah aku telaah lebih jauh ternyata dirumahku ga ada yang doyan makan petay, maka petay yang banyak itu dan termasak semua itu masih tersisa sampai pagi ini dan aku konsumsi sendirian dan lagi itu sudah tiga hari terhidang diatas meja. Kemaren sih ibuku inisiatip ngebuang tu petay, tapi karna terciduk olehku segera aku amankannya dari kezoliman. Kata ibuku sih petaynya udah jamuran, setelah kuperhatikan dengan seksama iya juga sih jamuran yang kalo hujan langsung di angkat (gausah dikoreksi). Tapi segera aku nyari alibi ke ibu biar ga dibuang aku bilang gini “ini tuh bukan jamuran emang pete tuh kayak gini kalo udah beberapa waktu” padahal mah emang aku oon aja kalo liat pete dimubazirin gitu. Tuh pete aku sikat ampe tadi malem menjelang hari ketiga terhidang diatas meja.

Filing aku kayanya mengarah tajem ke pete jamuran bangke kupret biadab itu penyebab terberat pantat ane ngelirik wese setiap saat, yasudah nasi telah tercampur petay merana perut dikandung pantat, selamat anda mendapat jekpot gitu kata ibu aku kali kalo tau.

Yo wes gitu aja ke oonan hari ini.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN BERSOSIALISASI

Sudah hampir lima tahun stay di kota Gudeg Yogyakarta namun ada satu hal yang tidak berubah. Kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang sangat buruk. Hal ini mulai terjadi ketika saat pertama kali kuliah S1.

Sejak masuk kuliah S2 sampai saat ini terhitung sudah hampir empat kali saya berpindah kosan. Dari semua kosan yang pernah saya tinggali tidak satupun tetangga kosan yang saya kenal. Saya pikir ini tidak begitu baik, buat saya jika seumur hidup saya membawa kebiasaan ini.

Mungkin bukan hanya saya yang memiliki masalah seperti ini. Tapi entah mengapa saya sangat menjaga privasi untuk tidak begitu terlibat dengan lingkungan sekitar. Walaupun saya juga sebenarnya tidak begitu tertutup untuk sekedar mengucilkan diri dari lingkungan sekitar. Entahlah, menurut saya hanya dengan menyapa sekedarnya ketika secara tidak sengaja berpapasan dengan tetangga kamar rasanya sudah cukup.

Namun ternyata, saya kemudian menyadari satu hal bahwa saya merasa terlalu nyaman untuk tidak bersosialisasi sehingga memunculkan sikap ignorance terhadap keadaan sekitar. Dampak yang cukup terasa adalah waktu berjalan terasa sangat singkat ketika tidak bertemu dengan siapapun. Siklus mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi terasa sangat cepat.

Saya merasa bahwa saat ini adalah merupakan kondisi ideal yang sangat saya inginkan sejak lama. Namun saya pikir saya tidak akan membawanya sampai ketika nanti saya telah berkeluarga (mungkin).

Jadi apakah saya harus mulai membentuk sebuah kebiasaan baru?. Mulai berkenalan dengan tetangga kamar misalnya? ini sudah mulai saya coba namun tidak begitu berhasil.

Hell Yeah…

Bismillahirrahmanirrahim…

Jogjakarta, Selasa 20 februari 2018. 12.28 AM.

apa ya.

ya gini.

Aku duduk di sebuah kursi yang di depannya ada meja dan orang-orang malam ini ketika malam sudah hampir larut, dan kopi hitam yang kupesan telah habis kuminum. aku bingung, bingung sebingung bingungnya. Sampai-sampai aku tak aku mau ngapain. Musiknya asik, dan aku masih ingin disini, tapi aku merasa bosan dan lelah. Hell yeah, pikiranku hanya sedang kusut.

Aku ingin pulang dan berdoa pada tuhan, jangan biarkan aku menyesati diriku. Aku hanya seorang lelaki pemalas.

Dan aku berdoa, “ampuni aku tuhan aku tak meragukanmu dipikiranku”. aku hanya sedang bingung.

Haruskah aku memesan segelas kopi lagi?

Tidak….

Setelah menulis ini, aku rasa aku akan segera pulang.

Amin.

 

Pengen Nulis Puisi

Recently belakangan akhir-akhir ini…

Sering hujan, dan membuat hatiku basah dan melow apalagi sambil bayangin Melody JKT48 muter-muter nyanyiin lagu fortune cookies sama sekali ga ada hubungannya sama melownya hatiku, gak tau dengan hatimu oh Melody JKT48.

DAN…… kali ini hujan sebelum desember masih november.

Berbicara masalah hujan, kenapa orang-orang apalagi yang masih muda belia dan penuh semangat gairah remaja sampe yang udah nggak remaja kadang hujan.

Hujan saat ini bikin aku setengah nggak logis. Padahal aku hanya pengen nulis puisi malah bahas hujan.

Ini kataku puisi ~ apa katamu? Terserah.

Aku kenang kau bersama hujan, jatuh dalam tetes yang menyeka wajahku.

Kau ukir pelangi diujung sana, kulihatnya sebentar lalu hilang.

Udah gitu aja.

Asik ga asik, asikin aja.

Udah bubarrrr bubarrr.

Go – Blog

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada suatu hari entah mengapa dariku tiba-tiba sampai disini lagi. Apakah kemarin aku kebanyakan mengkonsumsi memicinan dan tetek begeknya? Entahlah… hanya aku dan tuhan yang tau. Dan aku akan membiarkannya menjadi rahasia absurd yang tak bermakna sama sekali untuk siapapun didunia ini kecuali untuk dia yang selalu aku pikirkan didalam lamunanku.

Tesis kaukah itu????

Ohhhhh tesiiiiis kenapa kau hadir dimana-mana padahal tadi aku tak berniat membahasmu, bahkan tadi pagi aku juga nggak jadi buang hajat-pun karna memikirkanmu. Secinta itukah aku kepadamu.

Pinjem syair lagunya naif “yang kutau pasti, kubenci untuk mencintaimu”.

Ah tesis kau mengalihkan malamku.

Back to blog.

Seperti dejavu, aku merasa pernah melakukan ini, dan ini, dan ini lagi, lagi, dan lagi. Nambah kalimat lagi bakal dapet awardnya MIMI PERI deh.

Oke. Dahulu kala ketika teknologi belum secanggih dan semudah saat ini, dimana dunia terasa seperti berada dalam genggaman.

“Aaaaaah wahai kau tetangga kosan suaramu terlampau bervolume, sampai-sampai aku lupa mau nulis apa tadi ini”. Uuuuh geregetan deh kayak pengen mites bibir imutmu yang gak keliatan tapi kayaknya gak enak diliatnya.

Lanjut…..

Gapake pengantar lagi deh, ntar pulang sendiri. Ehhh kok semacam serem sih(sambil ketok2 batok pala) ngomong amis-amis kembang sepatu.

Nah kenapa nulis lagi ya. Pengennya sih konsisten, tapi males adalah jawabannya dan ia adalah pembunuh semangat yang paling mujarab buat para muda mudi labil gak punya pendirian yang lagi sendirian tanpa seorang yang menemani. Uh sedihnya dirimu wahai muda mudi.

Padahal dulu waktu hp masih qwerty semangat nge-blog sungguh ber-api-api walaupun kadang udah nulis panjang-panjang dikali lebar-lebar dan berakit-rakit kehulu lalu tenggelam karna ga tau berenang alias kalo udah nulis panjang dimana jari-jemari kayak udah mau rontok, pas mau di post malah kehapus, tetep aja di usahain nge-blog tiap minggunya. Atau minimal tiap bulan ada postingan baru.

Nah sekarang hp udah canggih-canggih, trus jaringan juga udah kuenceng. Malah semangatnya yang letoy. Oh tuhannnn, amvuni hamba yang labils nan tak berpendirian ini.

Yasudah segitu aja curcol kali indang bow. Capcussss cao cuccooo. (Jijique sama diri sendiri).

Berubah Menjadi Bosan

Tangan berputar 180 derajat searah puraran jarum jam dirumah, berhubung saat ini indekos maka putaran jamnya mengikuti arah jarum jam tanganku aja.
Lalu bertransformasi, yang tadinya biasa aja kemudian berubah mejadi sosok keren dan hebat. Itulah dia satria baja hitam. 
Seharian di kosan membikin otak dan fantasi menjadi liar tak terkendali.
I wonder how…..
recently tiba-tiba semuanya menjadi begitu membosankan.

apakah karna aku nulis ini nyampur bahasa inggris? i dont know. whatever

kita menjadi begitu membosankan
aku bosan 

kamu bosan

dia juga bosan

lalu aku, kamu dan dia buat trio bosan aja kalo gitu.

Padahal kita punya visi yang begitu kuat
tapi sayang…. kita terlalu digiring oleh visi kita sendiri

sampai kita lupa

bahwa kita (aku, kamu dan dia)

Sejatinya pohon jati lama nanemnya biar jadi gede.

mungkin kita jenuh udah kayak lemak jenuh.
maka mari kita ribut lagi

karena kita begitu sibuk dengan visi kita

atau mungkin aku yang tak punya prioritas?

tapi sejatinya lagi, kita hanya butuh bahagia gaes

lagian kita nggak tau kapan mati
meskipun matinya nggak perlu live di fesbuk juga.

mungkin itu hanya asumsiku saja…….
atau mungkin karna aku sedang bosan.

6 Tahun


Wadaaaaaw…..

Gak terasa (manis, asam, asin) udah 6 tahun aja nih blog. Kalo gw scrol2 lagi kebawah sampe nemu postingan dimana pada kali pertama gw ngisi blog ini dengan konsep bakal ngisi sama tulisan2 inspiratip. Namun kemudian makin kesini konten postingannya makin ga jelas gini.

Ga sengaja buka2 wordpress, eh nemuin achievement ini dari bang wordpress (ternyata kita mulai menua. Ayo cek uban).

Kadang suka senyum2 sendiri (udah kayak orang sedang jatuh cinta padahal faktanya jomblo) kalo baca2 tulisan sendiri. Kok bisa ya gw nulis2 begini dan begituaaan, padahal setau gw, dari esde sampe esem-A gapernah punya catetan2 pribadi atau yang orang2 dulu menyebutnya dengan nama Diary . Masuk kuliah pun bahkan untuk buku catetan kuliah hampir ga ada, karna dulu saking iritnya (malesnya) kekampus aja cuman bermodalkan pulpen, trus kertasnya minta ama temen yang kebetulan duduk disekitar kursi gw (ya allah ampuni gw yang dulu).

Masuk semester 4 kalo gak salah baru punya laptop, baru mulai kenal ama yang namanya blog. Itupun kemaren2 sempet bikin sampe 5 ato 6 blog diberbagai media blog. Namun kemudian pada blog ini gw bertahan hingga kini (tisu plis sambil ngiris bawang nih).

Sekali lagi Wiw……

kalo blog ini anak gw, udah masuk EsDe aja dianya. Walaupun seharusnya emang gw udah harus punya anak sih, tapi mamahnya juga masih nyariiii (tisu lagi plis).

Banyak hal yang sudah berlalu, banyak hal yang sudah terekam dan kemudian banyak hal yang akan dihadapi. 

Suatu hari nanti entah siapa yang pernah mengenal gw atau mungkin itu kelak adalah anak cucu gw (amiiiiin), ketika ia menemukan blog ini, maka ia akan tau betapa alaynya gw. But who cares? 

Ditempat inilah insya allah tempatku mengabadikan momen yang mungkin akan terlupa oleh waktu.